KECIL DI MATA MANUSIA TAPI BESAR DI MATA TUHAN
Ayat Bacaan: Keluaran 2,
Keluaran 3, Keluaran 4, Lukas 8, Lukas 9:43-50, Lukas 10
Bagi sebagian orang ada yang berkeinginan
untuk menjadi terkenal, untuk berkuasa dan memiliki kredibilitas terpercaya, hal itu adalah
sah-sah saja, wajar-wajar saja. Bahkan tidak sedikit orang yang berambisi untuk
itu dan siap menekuninya.
Ambisi ini pun terjadi di kalangan para murid Yesus.
Bahkan mereka dengan sangat berani mengungkapkan hal tersebut kepada
Yesus. Di saat Tuhan Yesus sedang fokus pada urusan kekal Kerajaan Allah, para
murid lebih memusatkan perhatian pada ambisi dan kepentingan pribadi mereka
(Maka timbullah pertengkaran di antara murid-murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka. - Lukas 9:46). Itulah sebabnya mengapa para murid tidak mengerti apa maksud ucapan
Tuhan Yesus tentang penderitaan-Nya.
Namun, Tuhan Yesus sabar
meladeni kekisruhan pikiran murid-murid-Nya. Padahal, ketidakpahaman mereka
terhadap penderitaan yang akan dialami-Nya sebenarnya makin memberatkan
pergumulan-Nya.
Diambil-Nya seorang anak kecil. Melalui perkataan-Nya, Ia
mengubah konsep para murid tentang arti :besar: dan “penting”. Anak kecil itu
didudukkan sebagai pihak yang sering kali tidak dipedulikan orang. Artinya,
mereka yang benar-benar “besar” dan “penting” dalam Kerajaan Allah adalah
mereka yang dengan segala kerendahan hati memperhatikan “orang-orang kecil“ dan
“perkara-perkara kecil” (dan berkata kepada mereka: "Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku. Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar." - Lukas 9:48).
Doa: Allah Bapa yang maha pengasih dan penyayang, Allah Bapa didalam Tuhan kami Yesus Kristus, Kami mengucap syukur buat renungan firman-Mu bagi kami. Mohon kiranya Roh Kudus senantiasa menolong, membimbing dan membantu kami untuk memahami dan mengerti akan semua firman yang telah Kau sampaikan bagi kami.
Biarlah kami semakin hari semakin diperbaharui dan taat pada perintah-perintah-Mu. Kami mohon kiranya Engkau senantiasa menuntun kami ke jalan yang benar sesuai kehendak-Mu.
Ya Allah Bapa yang maha pengasih dan penyayang, kini kami serahkan langkah hidup kami selanjutnya ke dalam bimbingan dan penyertaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu dalam hidup kami, janganlah kehendak kami yang jadi, karena kami tahun dan yakin bahwa kehendak-Mu adalah selalu yang terbaik bagi kami.