Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

KUASA ALLAH TAK TERBATAS! DIA SANGGUP MELAKUKAN SEGALA HAL

Ayat Bacaan: Keluaran 6:27-7:13; 1 Korintus 1:27, 29

”Tetapi Musa berkata di hadapan TUHAN: ”Bukankah aku ini seorang yang tidak petah lidahnya, bagaimanakah mungkin Firaun akan mendengarkan aku?” (Keluaran 6:29 TB) 
Tetapi Musa menjawab, "TUHAN, Engkau tahu bahwa saya tidak pandai bicara. Mana mungkin raja mau mendengarkan saya? (Keluaran 6:29 BIS)

        Apakah benar Musa seorang yang tidak petah lidah. Kalau kita menengok latar belakang pendidikan Musa, rasanya tidaklah mungkin bila Musa tidak petah lidah. Apakah hal ini hanya sekedar alasan Musa saja ataukah memang demikian kenyataannya. Apabila memang hanya sekedar alasan saja, apa keuntungannya bagi Musa? Tetapi anggaplah apa yang dikatakan oleh Musa memang demikian keadaan dirinya.

        Dan apabila memang benar demikian, sesungguhnya Musa belum mengerti betul kemampuan dan kuasa Allah yang memanggil dan memakainya. Padahal kemampuan Allah sangatlah tidak terbatas. Allah bisa melakukan apa saja menurut kehendak-Nya termasuk membebaskan orang-orang Israel dari cengkeraman Firaun.

        Musa seakan-akan memandang kemampuan Allah menurut ukuran dirinya sendiri. Musa berpikiran bahwa untuk bisa membebaskan orang-orang Israel dari tangan Firaun haruslah diperlukan kemampuan berorasi yang mumpuni dan hebat atau memiliki kemampuan berbicara yang luar biasa. Mungkin dalam pemikiran Musa, apabila kemampuan berorasi dan berbicara tidak dimiliki maka hal itu tidak akan bisa.

        Musa seakan lupa bahwa sesungguhnya Allah tidak memerlukan bejana emas, Dia hanya memerlukan bejana yang mau menyerahkan dirinya bagi rencana-Nya. Dan Allah sangat tahu bila hati Firaun tidak akan pernah bisa berubah hanya oleh seorang orator atau petah lidah. Firaun hanya bisa ditaklukan oleh kuasa Allah.

        Bila Allah memanggil kita untuk suatu maksud khusus, janganlah pernah mengukur kemampuan diri kita dengan kemampuan Allah yang tak terbatas itu. Sebab sebenarnya kemampuan kita tidak ada apa-apanya dan dengan kemampuan kita sendiri tidak akan pernah bisa menyelesaikan rencana dan panggilan Allah atas hidup kita. ”Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatanmelainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam” (Zakharia. 4:6).

Renungan:
        Mungkin kita berpikir, "Aku ini orangnya tidak terlalu pintar, tidak terlalu pandai bicara, gagap, suka minder, pemalu dan banyak sekali kekuranganku” Akan tetapi abila panggilan Allah ada atas hidup kita maka Allah juga akan melengkapi panggilan-Nya dengan kuasa dan kemampuan-Nya. Bagi Allah segala sesuatunya mungkin. 

 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah
 (1 Korintus 1:27-29 TB). 

Sebab memang Allah sengaja memilih yang dianggap bodoh oleh dunia ini, supaya orang-orang pandai menjadi malu. Dan Allah memilih juga yang dianggap lemah oleh dunia ini, supaya orang-orang yang gagah perkasa menjadi malu. Allah memilih yang dianggap rendah, hina, dan malah yang dianggap tidak berarti oleh dunia ini, supaya Allah menghancurkan yang dianggap penting oleh dunia. Dengan demikian tidak seorang pun dapat menyombongkan diri di hadapan Allah.  (1 Korintus 1:27-29 BIS).

Allah sanggup melakukan segal hal dan tak ada yang tak mungkin bagi Allah

Renungan-renungan Firman Tuhan lainnya silahkan klik: Renungan Firman Tuhan


Doa: Allah Bapa yang maha pengasih dan penyayang, Allah Bapa didalam Tuhan kami Yesus Kristus, Kami mengucap syukur buat renungan firman-Mu bagi kami. Mohon kiranya Roh Kudus senantiasa menolong, membimbing dan membantu kami untuk memahami dan mengerti  akan semua firman yang telah Kau sampaikan bagi kami.

Biarlah kami semakin hari semakin diperbaharui dan taat pada perintah-perintah-Mu. Kami mohon kiranya Engkau senantiasa menuntun kami ke jalan yang benar sesuai kehendak-Mu.

Ya Allah Bapa yang maha pengasih dan penyayang, kini kami serahkan langkah hidup kami selanjutnya ke dalam bimbingan dan penyertaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu dalam hidup kami, janganlah kehendak kami yang jadi, karena kami tahun dan yakin bahwa kehendak-Mu adalah selalu yang terbaik bagi kami.

Terima kasih ya Allah Bapa didalam Tuhan Yesus Kristus, segala puji syukur, hormat dan kemuliaan hanya bagi kebesaran-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Haleluya. Amin.