MARI KITA MENJAUHKAN DIRI DARI IRI HATI DAN PERSELISIHAN
Ayat Bacaan: 1 Tawarikh 10 - 12, 1 Korintus 3
Bagaimana cara kita merespons sesuatu hal, sedikit banyak mengindikasikan
siapa kita.
Melalui sikap jemaat Korintus, Paulus dapat melihat siapa mereka
sesungguhnya. Dari cara jemaat Korintus bersikap, Paulus menegaskan bahwa
mereka adalah manusia duniawi, karena mereka hidup dalam kedagingan. Ciri
paling kuat yang ditunjukkan yaitu adanya iri hati dan perselisihan di antara
mereka.
Jemaat Korintus saat itu hidup berdasarkan pengelompokan-pengelompokan. Oleh sebab itulah Paulus sangat marah kepada mereka karena mereka seperti kanak-kanak yang masih
membutuhkan susu.
Pertumbuhan hanya berasal dari pihak Allah. Tanpa Allah, maka
usaha menanam maupun menyiram tidak ada gunanya. Paulus dan Apolos hanyalah
alat yang dipakai Allah secara bersama-sama untuk membawa jiwa kepada-Nya.
Doa: Allah Bapa yang maha pengasih dan penyayang, Allah Bapa didalam Tuhan kami Yesus Kristus, Kami mengucap syukur buat renungan firman-Mu bagi kami. Mohon kiranya Roh Kudus senantiasa menolong, membimbing dan membantu kami untuk memahami dan mengerti akan semua firman yang telah Kau sampaikan bagi kami.
Biarlah kami semakin hari semakin diperbaharui dan taat pada perintah-perintah-Mu. Kami mohon kiranya Engkau senantiasa menuntun kami ke jalan yang benar sesuai kehendak-Mu.
Ya Allah Bapa yang maha pengasih dan penyayang, kini kami serahkan langkah hidup kami selanjutnya ke dalam bimbingan dan penyertaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu dalam hidup kami, janganlah kehendak kami yang jadi, karena kami tahun dan yakin bahwa kehendak-Mu adalah selalu yang terbaik bagi kami.
Terima kasih ya Allah Bapa didalam Tuhan Yesus Kristus, segala puji syukur, hormat dan kemuliaan hanya bagi kebesaran-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Haleluya. Amin.